Wisata Hutan Lindung dan Pura Bukit Sangeh

SONY DSCBali memiliki sejumlah tempat yang dikeramatkan atau disucikan dengan beragam alasan tertentu. Tak terkecuali berbagai tempat wisata yang ada di sana juga banyak yang disakralkan. Meski demikian justru hal ini menambah daya tarik tersendiri bagi tempat wisata tersebut. Salah satunya adalah kawasan hutan lindung Sangeh yang berada di Desa Adat Sangeh, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badun. Keberadaan hutan ini begitu disucikan termasuk dengan penghuninya yang tidak boleh diganggu ataupun ditangkap. Kesucian dan kesakralan tempat ini semakin diperkuat dengan adanya bangunan Pura Bukit Sare Sangeh yang merupakan pura peninggalan Kerajaan Mengwi pada masa kejayaannya yakni di abad ke-17.

sangeh4Kawasan hutan lindung ini mulai dikelola menjadi tempat wisata alam sejak 1 Januari 1969. Di tahun 1971 tempat ini semakin berkembang dan kembali dibangun dengan dana sukarela. Kini pengelolaan Taman Wisata Alam Sangeh menjadi hak Desa Adat Sangeh. Di hutan ini banyak ditumbuhi pohon pala atau yang dalam bahasa latin disebut dengan Dipterocarpus Trinervi. Nama Sangeh diambil dari dua kata yakni “Sang” yang berarti orang dan “Ngeh” yang berarti melihat. Nama ini berkaitan dengan mitologi terkait tempat tersebut dimana putri Ida Batara dari Gunung Agung ingin diusung ke Kerajaan Mengwi sehingga dalam waktu semalam hutan pala yang ada di Gunung Agung berpindah. Namun sayangnya ketika tiba di Sangeh telah ada orang yang melihat kejadian tersebut sehingga pohon-pohon pala tersebut berhenti di sana dan tidak bisa lanjut ke Mengwi. Kisah ini tertulis di dalam Lontar Babad Mengwi.

pura-bukit-sariSementara pura yang ada di tengah hutan pala ini dibangun oleh anak angkat dari Raja Mengwi Cokorda Sakti Blambangan, yakni Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti. Beliau ini kerap melakukan perjalanan spiritual. Suatu hari kala Anak Agung Anglurah Made Karang Asem Sakti bertapa “Rare” atau pertapaan layaknya anak-anak. Suati hari beliau mendapatkan ilham untuk membuat pura atau pelinggih yang kini disebut dengan Pura Bukit Sare Sangeh. Pura ini menjadi tempat pemujaan Ida Batara Gunung Agung dan Batara Melanting. Pura ini juga menjadi pura jiwa Pulau Bali atau yang disebut dengan Pura Purusa.

Pohon-pohon pala yang ada di hutan ini diperkirakan telah berusia ratusan tahun. Bahkan ada diantara pohon-pohon tersebut yang telah berumur 300 tahun. Tak hanya usianya yang fantastis, namun pohon pala yang ada di hutan ini juga cukup unik karena hanya bisa tumbuh di hutan ini saja. Sehingga orang-orang yang ingin memiliki pohon pala dari hutan ini tidak pernah kesampaian. Di hutan yang berada di ketinggian antara 100-150 meter di atas permukaan laut ini tak hanya ditumbuhi pala yang kerap. Namun banyak pula jenis tumbuhan lainnya seperti amplas, buni, pule, cempaka kuning, kepohpoh dan masih banyak yang lainnya.pohon-lanang-wadon

Ada satu lagi pohon yang cukup unik di Hutan Lindung Sangeh ini, yakni pohon lanang wadon. Pohon yang sebenarnya berjenis pohon pule ini tumbuh di depan pelataran Taman Wisata Alam Sangeh. Pohon ini cukup unik karena bagian tengahnya berlubang dan menyerupai alat kelamin wanita. Sementara di tengah lubang tumbuh batang yang mengarah ke bawah hingga menyerupai kelamin laki-laki. Selain itu hutan ini juga menjadi tempat tinggal 600 monyet ekor panjang yang bernama latin Macaca Fascicularis. Kera-kera ini dianggap sebagai jelmaan prajurit putri Ida sehingga keberadaan mereka begitu disakralkan dan tidak ada yang berani mengganggu.

kera sangehKera-kera ini juga hidup berkelompok layaknya kehidupan masyarakat Bali dan terbagi atas keombok barat, tengah, dan timur. Uniknya para pejantan dari masing-masung kelompok tersebut akan bersaing untuk menjadi penguasa kelompok tengah dimana di sana banyak tersedia makanan dan memiliki hak-hak priogatif tertentu. Meski kera-kera ini sudah tak seliar dulu dan cukup ramah kepada pengunjung, anda harus tetap berhati-hati kala berkunjung ke sini . Jangan sampai mengganggu mereka atau memberi mereka makan tanpa didampingi pemandu. Selain itu karena tempat ini merupakan tempat yang suci maka anda yang sedang datang bulan ataupun dalam masa berduka karena ada keluarga yang meninggal diharapkan untuk tidak masuk ke hutan ini. Berwisata ke hutan ini tidak hanya bisa berwisata alam namun juga bisa berwisata spiritual dan edukasi.

Refrensi:

  • http://www.bukit-sari-sangeh.com/index.php/id/
  • http://id.wikipedia.org/wiki/Sangeh

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *