Museum Bali, Tempat Mengenal Segala Hal tentang Bali

MuseumBali2Sebagai salah satu destinasi wisata favorit dunia, kunjungan wisatawan ke Bali memang tak pernah sepi. Bahkan anda mungkin salah satu dari wisatawan tersebut yang sering mengunjungi Bali. Pertanyaannya sekarang sedalam apakah anda mengenal Bali. Mengenal Bali tidak hanya sekedar mengenal pilihan destinasi wisatanya saja namun juga mengenal kebudayaan masyarakat setempat. Karena jika dalam berwisata kita tidak mengenal kearifan lokal, bisa jadi kita akan terkena sanksi sosial yang berdampak pada kualitas liburan kita. Nah, dengan kita mengenal Bali lebih mendalam, kita pun bisa berwisata dengan nyaman di sana. Tak perlu bingung dimana harus belajar mengenai kehidupan di Bali. Bukan Bali namanya jika tak mampu menjawab kebutuhan wisatawan. Untuk memberikan wadah bagi wisatawan agar bisa mengenal Bali lebih mendalam, Bali menyediakan Museum Bali untuk memberikan pengetahuan segala hal tentang Bali.

museumbaliKeberadaan Museum Bali semakin melengkapi keberagaman museum yang ada di Bali. Bukan hanya museum lukisan namun Bali juga memberikan museum yang memiliki nilai edukasi yang bersifat pengetahuan umum, seperti kehadiran Museum Gunung Batur. Dan dengan kehadiran Museum Bali, maka wisatawan bisa belajar mengenai pengetahuan sosial. Keberadaan destinasi wisata berupa museum ini pun semakin melengkapi keberagaman destinasi wisata di Bali. Museum Bali sendiri berlokasi di Jalan Mayor Wisnu, Denpasar. Museum ini berjarak sekitar 13 km dari Bandara Internasional Ngurah Rai dan dapat ditempuh selama 45 menit perjalanan. Museum Bali berbatasan dengan patung catur muka atau yang juga dikenal dengan nama patung empat wajah, lapangan Puputan, dan juga Pura Jaganathan.Museum Bali tidak hanya menyajikan segala hal yang ingin orang ketahui mengenai Bali namun juga merupakan museum tertua yang ada di Bali.

Museum Bali pertama kali didirikan ketika pemerintahanmuseum-bali-tempo-dulu Hindia Belanda berhasil menaklukan Kerajaan Badung, yakni pada awal tahun 1910. Ide pendirian museum ini berasal dari W.F.I. Kroon, seorang pejabat asisten residence yang memimpin sejak tahun 1909-1913. Mengenai lokasi tempat pembangunan Musuem Bali merupakan ide dari pimpinan Dinas Purbakala Belanda, W.T Sttuterhim. Dalam tahap awal pembangunan yang dilakukan diawali dengan pembuatan gedung arca dengan Curt Grundler, seorang yang berkebangsaan Jerman, sebagai arsiteknya. Untuk bisa mendapatkan gedung arca yang bersifat lokal, Curt Grundler dibantu oleh beberapa arsitek lokal seperti I Gusti Ketut Rai dan juga I Gusti Gede Ketut Kandel serta sejumlah ahli seni bangunan tradisional yang disebut dengan undagi. Sedangkan mengenai pendanaan pembangunan museum ini berasal dari sumbangan kerajan-kerajaan yang ada di Bali kala itu. Karena begitu banyakya hal yang harus diperhatikan agar sesuai dengan kondisi Bali, pembangunan museum ini baru bisa diselesaikan pada tahun 1929.

museumbaliAgar bisa spesifik, Museum Bali lebih mengkhususkan pada bidang ethnografi yang bisa dilihat dari koleksi-koleksinya. Kebanyakan koleksi museum ini mengenai hitorika, arkeologi, perlengkapan hidup, seni rupa, perlengkapan upacara adat, hingga perkembangan keyakinan agama yang berkembang di Bali dengan segala aspeknya. Koleksi-koleksi tersebut didapatkan dari masa pra-sejarah atau yang juga dikenal dengan masa Bali kuno hingga masa modern. Selain perlengkapan hidup sehari-hari masyarakat Bali, di Museum Bali juga terdapat sejumlah benda seni khas Bali, seperti keris dan berbagai senjata Bali, sarkopag atau Batu Grave, wayang kulit khas Bali, kain endhek, patung perunggu pada masa Hindu-Budha, dan tak ketinggalan tanah liat stupika yang khas dengan tahayul Ye Te. Semua koleksi tersebut dikumpulkan sejak tahun 1925 hingga tahun 1932 dengan melibatkan sejumlah tokoh ahli yang didatangkan langsung dari Barat. Mereka adalah GM Hendrikss, GI Graider, DR.R. Goris, DR.WF Stutterheim,  dan artis dari Walter Spies. Setelah lengkap, maka pada tanggal 8 Desember 1932 museum ini pun resmi dibuka oleh Lembaga Museum Bali.

relief-di-museum-baliMuseum yang berarsitekturkan pura dan puri ini pada awalnya menempati lahan seluas 2.600 m² dengan terdiri atas tiga bagian yakni halaman luar atau jaba, halaman tengah, atau jaba tengah, dan juga bagian dalam yang dikenal dengan jeroan. Teradapat tembok dan gapura yang memisahkan masing-masing halaman. Sementara itu untuk bagian gedungnya terdiri dari Gedung Karangasem, Tabanan, dan Buleleng yang masing-maisng nama menggambarkan koleksi di dalamnya. Gedung Karangasem memiliki arsitektur khas Bali Timur dengan bentuk punggawa yang menghadap ke raja atau yang juga dikenal dengan nama gedung Penangkilan. Koleksi dari Kerajaan Karangasem tersebut meliputi benda prasejarah, etnografi, historika, lukisan morder, dan sejumlah seni rupa lainnya. Di Gedung Tabanan dengan bentuk gedung khas Bali Selatan memiliki koleksi kesenian dan etnografi dari Kerajaan Tabanan. Sementara di Gedung Buleleng memiliki ciri bangunan khas Bali Utara memiliki koleksi patung-patung primitif, perlengkapan rumah tangga, alat kerajinan, alat pertanian, alat-alat menangkap ikan, dan juga alat kesenian. Dari koleksi-koleksi tersebut, sebagian ada yang merupakan sumbangan dari masing-masing kerajaan pada masing-masing wilayah Bali kala itu.

prewed museum baliPasca kemerdekaan Indonesia, pengelolaan Museum Bali pun diambil alih oleh Pemerintah Propinsi Bali. Namun kemudian diserahkan ke Pemerintah Pusat dan dikelola oleh Dirjen Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1965 dan menjadi Museum Negeri Provonsi Bali. Area museum pun diperluas dengan dana bantuan dari proyel PELITA di tahun 1969 dan mencapai 6.000 m². Pengelolaan Museum Bali dikembalikan ke Pemerintah Propinsi Bali pada tahun 2000 seiring dengan adanya peraturan Otonomi Daerah. Perbaikan terus dilakukan oleh Pemprov Bali untuk memberikan kenyamanan bagi pengunjung Museum Bali, termasuk diantaranya dengan menyediakan fasilitas yang memadai. Tiket masuk untuk ke Museum Bali juga cukup murah, hanya Rp 5.000 saja. Museum ini buka dari hari Minggu hingga Jum’at dengan jam operasional mulai pukul 08.00-15.00 WITA. Khusus di hari Jum’at museum ini hanya buka hingga pukul 12.30 WITA. Museum ini juga pas digunakan sebagai lokasi foto prewedding. Tertarik berkunjung? Anda bisa menggunakan paket tour Bali untuk membantu perjalanan anda lebih murah, mudah, dan nyaman.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *