Indahnya Pura Luhur Uluwatu

uluwatubaliSebagai daerah yang terkenal dengan 1001 puranya, Bali memang memiliki banyak pura yang menakjubkan, termasukdari segi sejarahnya. Salah satunya adalah Pura Luhur Uluwatu. Pura yang berada di Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Badung ini tidak hanya berada di lokasi yang strategis namun juga memiliki pemandangan yang menakjubkan. Tak heran, jika di sekitar pura tersedia berbagai fasilitas yang wisata yang cukup memanjakan para wisatawan, mulai dari restoran hingga akomodasi. Di sekitar Pura Luhur Uluwatu juga banyak obyek wisata, termasuk surga-surga baru yang belum banyak diekspos dan didatangi wisatawan.

sejarah-pura-luhur-uluwatu-yang-terpancar-keindahan3Begitu tiba di Pura Luhur Uluwatu, anda tidak hanya disambut dengan suasana spiritual yang kental, namun juga panorama yang menakjubkan. Maklum pura ini berdiri di atas batu karang yang menjorok ke tengah lautan. Tak tanggung-tanggung, pura ini berada di ketinggian 97 meter dari permukaan laut yang semakin menunjukkan kekuasaan Sang Pencipta. Laut yang ada di bawahnya menawarkan keindahan alam yang menakjubkan dengan debur ombak yang menghantam karang dan menyisakan buih-buih yang cantik. Semua keindahan tersebut bisa anda lihat dari atas ketinggian Pura. Tak ketinggalan pemandangan dari matahari terbenam juga cukup memukau dan sayang untuk dilewatkan.

tari kecak uluwatuDaya tarik lain yang juga ditawarkan pura ini adalah penampilan dari sekelompok orang yang membawakan tari kecak. Tari tradisional Bali yang sudah mendunia ini rutin dipentaskan mulai pukul 18.00-19.00 WITA. Tari yang juga dikenal dengan sebutan monkey dance ini dimainkana oleh 50-150 penari yang menceritakan kisah Rama dan Sinta. Selama 45-60 menit anda akan disuguhi dengan empat adegan yang menakjubkan, termasuk adegan ketika para penari menari dengan riangnya di atas api. Untuk tiket masuk pertunjukan ini anda akan dikenai 95.000/orang. Ulasan tentang tari kecak ini bisa anda baca di sini.

Pura-UluwatuPura yang memiliki fungsi sebagai Pura Sad Kahyangan Jagat, yang berarti penyangga poros 9 mata angin pulau Bali, ini tak diketahui pasti kapan waktu pendiriannya. Namun di pura yang dibangun untuk memuja Mpu Kuturan atau Mpu Rajakreta yang berasal dari abad ke-11 dan hidup pada masa pemerintahan Sri Msula-Masuli ini ditemukan candi kurung yang berada di antara jaba tengah dengan jeroan pura. Candi ini diperkirakan telah ada sejak tahun Isaka 808 atau sekitar 886 Masehi. Pura ini juga menjadi pemujaan bagi Dang Hyang Nirartha, pendeta yang datang di akhir tahun 1550, setelah kedatangan Mpu Kuturan. Ia mengakhiri Moksah atau Ngeluhur, yang berati perjalanan suci, di tempat ini. Dari sinilah asal nama Pura Luhur Uluwatu. Dengan posisinya yang berhadapan dengan beberapa pura, seperti Pura Batur, Andaraksa, dan Besakin ini, Pura Luhur Uluwatu juga menjadi tempat untuk memohon karunia.

kera di uluwatuPura Luhur Uluwatu juga menjadi tempat pemujaan Dewa Rudra, yang menguasai daerah barat daya. Tak heran jika pemujaan di pura ini dilakukan dengan menghadap barat daya, cukup berbeda dengan pemujaan di Bali pada umunya yang menghadap ke utara dan timur. Pura yang berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Bandara Ngurah Rai ini dijaga oleh sekawanan moyet. Tingkah laku monyet-monyet ini menjadi nilai tambah Pura Luhur Uluwatu sebagai lokasi wisata. Anda yang tertaik dengan keindahan Pura Luhur Uluwatu bisa memasukkannya ke dalam daftar destinasi anda ketika berlibur ke Bali. Jika anda menggunakan jasa tour and travel, kunjungan ke Pura luhur Uluwatu biasanya sudah menjadi satu peket dengan kunjungan ke berbagai tempat wisata yang ada di Kuta Selatan, utamanya Pecatu.

Refrensi:

  • http://www.uluwatukecakdance.com/sejarah-pura-uluwatu/
  • http://www.indonesia.travel/id/destination/275/pura-luhur-uluwatu

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *