Candi Gunung Kawi, Peninggalan Purbakala dan Lokasi Syuting Film The Fall

the fallPernahkah anda menonton film The Fall? Film hollywood yang rilis di tahun 2006 dan disutradarai oleh Tarsem Singh ini mengambil 20 negara sebagai lokasi syuting. Salah satunya adalah di Indonesia, tepatnya daerah Ubud, Bali. Bukan saja lokasinya yang digunakan namun juga lengkap dengan budayanya. Dengan mengambil latar Candi Gunung Kawi, dalam salah satu scene, para pemain melakukan upacara adat yang diiringi dengan tari kecak. Sejak saat itu daerah Candi Gunung Kawi menjadi populer di kalangan wisatawan. Bukan hanya pemandangannya yang indah dan menyejukkan yang menjadi daya tarik candi ini, namun juga karena keunikan lokasinya yang berada di dalam bukit. Karena lokasinya ini pula nama Candi Gunung Kawi berasal. Dalam bahasa setempat, kata “kawi” bermakna pahatan. Hal ini sesuai dengan lokasi candi yang dipahat di sebuah bukit hingga menyerupai gunung dan menjadi daya tarik utama dari Candi Gunung Kawi.

Candi_Gunung_Kawi_4Candi ini termasuk warisan purbakala loh dan dibangun oleh Kerajaan Udayana dari dinasri Warmadewa. Hal ini berdasarkan keterangan yang dituliskan dalam sebuah prasasti yang berasal dari tahun 945 Saka atau 1023 M. Pada prasasti yang diketahui bernama Prasasti Tengkulak tersebut disebutkan terdapat sebuah kompleks pertapaan bernama Amarawati yang berlokasi di tepi Sungai Pakerisan. Para arkeolog kemudian menyimpulkan bahwa kompleks pertapaan tersebut merupakan lokasi Candi Gunung Kawi berada. Dari situlah kemudian dilakukan pencarian lokasi Candi Gunung Kawi oleh para arkeolog dari Belanda. Atas usaha keras mereka, maka pada tahun 1920 ditemukanlah tiga titik lokasi Candi Gunung Kawi. Masing titik tersebar mulai dari sepanjang sisi barat Sungai Pakerisan dengan empat candi yang berderet dari utara ke selatan. Kemudian ada lagi satu candi yang berjarak 200 meter dari candi yang lain dan berada di sisi selatan.

gunungkawi3Candi Gunung Kawi diperkirakan berasal dari abad ke-11 Masehi dan dibangun memakan waktu yang cukup lama. Dimulai dari masa pemerintahan Raja Sri Paduka Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanattunggadewa yang memimpin pada 1025-1049 M atau 944-948 Saka hingga pada masa Kerajaan Udayana dipimpin oleh Raja Anak Wungsu yang berkuasa pada 1049-1080 M atau 971-999 Saka. Pada awalnya Candi Gunung Kawi digunakan Raja Marakata sebagai tempat pemujaan roh dari ayahnya, Raja Udayana. Hal ini berdasarkan tulisan “Haji Lumah Ing Jalu” yang berada di gerbang candi dan ditulis dengan aksara kadiri kwadran. Tulisan tersebut berarti “Sang Raja dimakamkan”. Bangunan-bangunan yang lain yang berada di sisi barat diperkirakan juga menjadi tempat padharman atau kuil bagi empat selir raja dan Empu Kuturan, salah seorang menteri kerajaan.  Jadilah Candi Gunung Kawi sebagai tempat persemayaman para raja dan orang-orang penting di Kerajaan Udayana.

candi-gunung-kawiSelain sebagai makam, secara umum keseluruhan bangunan yang ada di Candi Gunung Kawi merupakan tempat ibadah bagi keluarga Kerajaan Udayana. Uniknya, meski candi ini bercorak Hindu namun terdapat sejumlah ceruk yang diperkirakan sebagai tempat meditasi umat Budha. Jadi bisa dipastikan bahwa pada masa Kerajaan Udayana telah ada pengaruh dari agama Budha dan kehidupan umat dua agama tersebut tetap berdampingan dengan damai. Candi Gunung Kawi menjadi tempat penting bagi sejarah Indonesia, terutama Bali, dan juga tempat belajar mengenai toleransi hidup beragama.

tangga-menuju-candi-gunung-kawiUntuk mengunjungi tempat indah dan kaya akan sejarah ini memang bukan hal yang mudah. Apalagi pada saat pulang sekembalinya dari Candi Gunung Kawi. Ada 315 anak tangga yang harus dilalui. Pada saat berangkat tentu hal ini bukan sesuatu yang berat karena tak banyak tenaga yang dibutuhkan untuk menuruninya. Hal sebaliknya harus dihadapi ketika menaikinya dalam perjalanan pulang. Namun tak perlu khawatir karena perjalanan tersebut tak akan berasa karena sepanjang perjalanan akan ditemani dengan pemandangan indah dari perbukitan hijau yang mengelilingi lokasi candi dan suara gemericik aliran air Sungai Pakerisan. Jadi yuk berwisata alam sekaligus berwisata sejarah, menengok lokasi syuting The Fall 😉

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *